Tanggal Posting : 2026-04-02 Post :
Ada pendeta yang berdiri di mimbar gereja yang megah dihadapan ratusan atau ribuan jemaat,
namun ada juga yang berkhotbah di bawah atap yang bocor & kursi yang bisa dihitung dengan jari.
Ada pendeta yang melayani dengan gaji yang besar, tunjangan lengkap & kehidupan serta fasilitas yang mapan & nyaman,
namun ada juga yang selesai pelayanan masih harus bekerja, jualan atau berladang untuk menghidupi keluarganya.
Ada pendeta yang menerima honor tetap yang cukup untuk kebutuhan setiap bulan,
namun ada juga yang harus berdoa dengan air mata hanya untuk makan hari ini.
Ada pendeta sekaligus pengusaha kaya yang melayani tanpa mengambil persembahan,
namun ada juga yang tak punya apapun sebagai sumber penghidupan sehingga bergantung penuh dari persembahan jemaat.
Ada pendeta yang terkenal dengan jadwal pelayanan padat & undangan tanpa henti,
namun ada juga yang melayani dalam sepi, tanpa panggung, tanpa sorotan, tanpa nama yang dikenal.
Bagaimanapun & siapapun, semua adalah HAMBA dari "TUAN" yang sama.
Yang sederhana tak perlu merasa kecil, Sementara yang besar tak perlu merasa lebih dari yang lain.
Manusia boleh membandingkan & mengukur panggilan pelayanan dengan angka, fasilitas, dan popularitas,
namun pada akhirnya semua akan memberi pertanggungan jawab di hadapan Tahta yang sama.
Di depan tahta itu, seorang pendeta tak akan ditanya: “Seberapa besar gerejamu?” tapi: “Seberapa setia kamu mengabdi?”
Bukan: “Berapa banyak jemaatmu?” tapi: “Apakah kamu menggembalakan mereka sesuai kehendakKu?”
Bukan: “Seberapa terkenal namamu?” tapi: “Apakah Aku mengenalmu?”
Pelayanan yang besar tidak otomatis lebih berkenan,
namun pelayanan yang kecil tidak otomatis lebih murni.
Semua kembali pada yang terpenting: KEBENARAN, KETAATAN & KESETIAAN.
Karena di mata Dia Sang Pemilik Ladang, pelayanan bukanlah tentang panggung & performa,
melainkan tentang hati yang tetap tunduk, taat & rendah baik di tengah kelimpahan maupun dalam kekurangan.
Jadi, berhentilah iri. Berhentilah membandingkan. Berhentilah mengukur panggilan orang lain dengan ukuran kita sendiri.
Sebab ladang ini milik Tuhan. Panggilan ini dari Tuhan. Dan upahnya pun pemberian Tuhan.
Setiap pendeta mungkin berbeda dalam kondisi, situasi & posisi,tapi dihadapan Kristus Sang Kepala Gereja semuanya adalah sama.
Dan suatu hari nanti,yang kecil akan diperhitungkan,dan yang setia tak akan pernah dilupakan
#Sinode-gbr
#Bergeraklebihcepat
#PelayananMurni
#KataRohani
#MotivasiHidup
#TuhanYesusmemberkati