Profil - Gereja Bethel Rohulkudus
Profil Geraja Bethel Rohulkudus (GBR)

Profil Gereja Bethel Rohulkudus

KETUA UMUM SINODE GBR

Pdt. Jenita Purba,S.Th
Mengucapkan Selamat Datang Beribadah di Gereja Bethel Rohulkudu

SEJARAH GEREJA

Gereja Bethel Rohulkudus berdiri 22 Maret 1997 atas dorongan dan saran Almarhum Bapak Pdt. Sontang Pardede kepada Bapak Pdt. Mangapon Sihombing dan beberapa hamba Tuhan binaan atau kader muda GBIS. Almarhum sendiri adalah salah satu hamba Tuhan Pengurus Daerah di Gereja GBIS.

Badan hukum dari GBR adalah Yayasan seiring waktu berjalan maka Yayasan Gereja Bethel Rohulkudus mengalami gejolak dimana Gereja Bethel Rohulkudus tidak menjadi Gereja yang visioner, tidak ada kemajuan terutama di Pusat seperti tidak memiliki Kantor Pusat tidak memiliki gedung Gereja, ditambah lagi muncul Peraturan baru bahwa seluruh gereja-gereja yang berbadan hukum Yayasan agar mendaftar dan merubah Anggaran Dasar dan Badan hukum. Hal ini seolah-olah tidak digubris oleh Pimpinan Yayasan Gereja Bethel Rohulkudus yaitu Bapak Pdt. Mangapon Sihombing. Hal ini sudah cukup lama dari tahun 1980-1990.

Sehingga pada 6 Juli 1990 dan rapat Sinode para hamba-hamba Tuhan dari berbagai daerah dan membuat suatu surat pernyataan dan secara Aklamasi memilih Bapak Pdt. Dr. Mangarajatua Nainggolan sebagai ketua Pdt. B. Manurung sebagai Sekjend Ibu Pdt. N. Br. Panjaitan sebagai Bendahara.

Dengan terpilihnya Pdt. Dr. Mangarajatua sebagai Ketua tak serta merta didukung oleh Pdt. Mangapon Sihombing, alhasil seluruh surat-surat serta Administrasi Hukum tidak diserahkan oleh Bapak Pdt. Mangapon Sihombing kepada Bapak Pdt. Dr. Mangarajatua Nainggolan. Alhasil badan hukum Gereja Bethel Rohulkudus masih berbentuk Yayasan. Namun atas desakan dari para hamba-hamba Tuhan GBR yang ada di daerah-daerah maka pada tanggal 22 Mei 1992 Pdt. Mangapon Sihombing menyerahkan semua surat-surat Yayasan Gereja Bethel Rohulkudus dan hal ini dituangkan dalam bentuk surat Penyerahan disaksikan Pdt. S.T. Pasaribu, Pdt. R. Pasaribu, dan Bapak B. Siallagan.

Namun Yayasan GBR tidak terdaftar lagi di Departemen Agama, dikarenakan pengurus lama tak pernah melaporkan laporan tahunan dan merubah status hukum dari Yayasan menjadi status Gereja di tahun 1991 maka yang tadinya Pusat Yayasan GBR di jalan Narumonda atas ujung No. 165 dipindahkan oleh Pengurus Baru oleh Bapak Pdt. Dr. Mangarajatua Nainggolan ke Jln. Cornel Simanjuntak Nomor 13 A, Dikarenakan Pdt. Dr. Mangarajatua Nainggolan membeli sebidang tanah untuk membangun gedung gereja dan gedung kantor Pusat. Namun GBR belum mendapatkan izin dari Dirjen pada tahun 1994 tepatnya 18-10-1994 Gereja Bethel Rohulkudus mendapatkan izin sah yang ditanda tangani oleh Bapak Dirjen Drs. Jan Kawatu dan hal ini atas rekomendasi Kanwil Depag Propinsi Sumatera Utara oleh Bapak Drs. J. R. gultom kepala Bidang Bimas (K) Prof.

Pada bulan Desember 1999 Pdt. Mangarajatua Nainggolan meninggal dunia, sebelum meninggal Beliau memindahkan Kantor Pusat GBR dari Jln. Cornel Simanjuntak ke Jln. D.I. Panjaitan persis jalan lintas Siantar-Parapat. Beliau membangun Gedung Gereja dan sekaligus tempat praktek medis Almarhum digunakan menjadi Kantor Pusat GBR. Sehari sesudah peresmian Gedung Gereja dan Kantor Pusat GBR Baru, Beliau meninggal dunia.

Pada bulan Februari diadakan Sinode yang ke II dan pada saat itu diadakan pergantian Ketua Sinode yang secara aklamasi meminta kesediaan Ibu Pdt. N. Panjaitan untuk menggantikan Almarhum Pdt. M. Nainggolan yang sudah meninggal untuk sebagai ketua Sinode untuk melanjutkan Roda Organisasi GBR agar tidak terjadi kekosongan Pemimpin.

Pada bulan Juni 2005 diadakan lagi Sinode yang pada saat itu dihadiri para Pendeta-Pendeta GBR dan para Penatua-Penatua GBR dari berbagai daerah dimana saat itu melakukan pemilihan Ketua Sinode agar GBR bisa lebih maju lagi dan berkembang. Maka pada saat itu memilih Pdt. Marnaek Nainggolan secara voting.

Sehingga pada Sinode Ke III menetapkan dan mentahbiskan Pdt. Marnaek Nainggolan sebagai Ketua Sinode GBR yang ke III menggantikan Ibu Pdt. N. Panjaitan (Ketua Sinode yang lama).

Pada tahun 2007 Pdt. Marnaek Nainggolan membuka sekolah Alkitab GBR dimana saat itu GBR belum punya sekolah Alkitab sebagai kader muda di GBR.

Pada tahun 2012 diadakan sinode yang Ke IV untuk Perubahan Anggaran Rumahtangga agar hak dan tanggungjawab para pendeta dan para para majelisnya dapat menjalankannya demi Perkembangan Organisasi GBR. Pada tahun 2018 GBR mengadakan sidang Sinode Ke V dengan agenda kerja pada saat itu membicarakan penggabungan Pdt. Dr. Erastus Sabdono, tapi pada saat itu tidak terjadi kesepakatan maka Pdt. Dr. Erastus Sabdono tidak jadi bergabung dengan GBR sehingga beliau membuka Sinode baru.

Pdt. Marnaek Nainggolan meninggal dunia pada tanggal 31 Desember 2025, kabar dukacita yang sangat mendalam bagi seluruh keluarga, seluruh gereja cabang sinode GBR dan pada saat acara pengebumian pada Hari Sabtu Tanggal 3 Januari 2026 Badan Pengurus Harian (BPH) dan Seluruh pendeta cabang GBR yang hadir bersepakat untuk menetapkan Pdt. Jenita Purba yang menjadi Pelaksana Tugas (PLT) untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Sinode GBR dan tempat pelayanan yang dipimpin oleh ketua umum sinode GBR di gantikan Oleh ibu Gembala Pdm. Nova Wati Togatorop yang menjadi gembala sidang.

Atas dukungan keluarga dan kesepakatan seluruh pengurus BPH dan Pendeta terjadilah Sinode Luar Biasa atau kongres Luar Biasa Sinode GBR pada tanggal 20 Maret 2026 yang di dihadiri Kasih Bimas Kristen pematangsiantar dan bapak Dr.Arnot Napitupulu,M.PdK Selaku kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara. dan Dr.Arnot Napitupulu,M.PdK menekankan untuk ketua Umum GBR yang baru agar mengembangkan dan memajukan Sinode GBR, dan menyatakan Sinode GBR yang berkantor pusat di Jln. D.I Panjaitan No. 46 NH Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara memiliki surat izin yang sudah Nasional sehingga seluruh pendeta jangan pernah berkecil hati dan tetap semangat dalam mengemban tugas pelayanan Amanat Agung sesui dengan pesan Tuhan Yesus Kristus.

NAMA-NAMA PENGURUS GEREJA

Penasehat : Pdt. Hotner Pasaribu

Pembina : Pdt. Dr. Pantas Aritonang, M.Th

Ketua Umum: Pdt. Jenita Purba, S.Th

Wakil Ketua: Pdt. Kardi Simanungkalit, M.Th

Sekretaris Umum : Pdt. Rudi Ranto Siallagan, M.Th

Bendahara Umum : Pdt. Juniar Nainggolan, S.Th